Mahasiswa Universitas Diponegoro kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang HongKong Baptist University International Model United Nation (HKBU IMUN) 2026 yang diselenggarakan pada 17–19 April 2026 di Hong Kong Baptist University, Hong Kong. Dalam konferensi internasional tersebut, delegasi mahasiswa UNDIP berhasil meraih penghargaan Best Position Paper di tengah persaingan peserta dari sekitar 20 negara.
Prestasi membanggakan ini diraih oleh tim delegasi yang terdiri atas Zhahrotul Ainiyah dari Program Studi Ekonomi Islam, Ghaida Fathiyyah Asyar dari Kesehatan Masyarakat, Najwa Rahma Syafira dari Hubungan Internasional, serta Faiq Bunnyani, Nagata Gotra Setyanto, dan Alif Davy Athallah dari Program Studi Manajemen.

HKBU IMUN 2026 merupakan konferensi internasional Model United Nation (MUN) yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas di dunia untuk membahas isu-isu global melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kegiatan ini, setiap delegasi berperan sebagai representasi suatu negara dan terlibat dalam diskusi, diplomasi, negosiasi, hingga penyusunan solusi atas berbagai persoalan internasional.
Keikutsertaan mahasiswa UNDIP dalam konferensi ini menjadi bentuk kontribusi generasi muda Indonesia dalam forum akademik global sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk bersaing di tingkat internasional. Melalui persiapan intensif dan kolaborasi yang solid, tim delegasi mampu menyusun position paper terbaik yang kemudian mendapatkan apresiasi dari dewan penilai.
Zhahrotul Ainiyah menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti HKBU IMUN 2026 menjadi momen yang sangat berharga dan membanggakan. Selain memperoleh wawasan baru mengenai isu internasional, para delegasi juga berkesempatan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang budaya.
“Konferensi ini memberikan pengalaman luar biasa bagi kami untuk melatih kemampuan berpikir kritis, public speaking, diplomasi, dan kerja sama tim dalam lingkungan internasional. Suasana diskusi yang penuh pertukaran ide membuat kami semakin percaya diri untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Penghargaan Best Position Paper yang diraih menjadi hasil dari kerja keras, persiapan matang, serta sinergi seluruh anggota delegasi selama mengikuti konferensi.
Melalui pencapaian ini, zahra juga mengajak mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mencoba berbagai kesempatan dan tantangan baru, termasuk mengikuti kompetisi maupun konferensi internasional.
“Jangan takut keluar dari zona nyaman. Pengalaman besar dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama. Percaya pada kemampuan diri sendiri, karena mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional,” pesannya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Diponegoro, khususnya mahasiswa Ekonomi Islam, untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas jejaring internasional, serta aktif berkontribusi dalam forum akademik global.